Kamis, 18 Juli 2013

Talent Mapping (Potential Review)

INC menawarkan program menarik bagi kamu yang: Baru masuk kuliah, sedang menempuh kuliah, udah mau lulus, baru lulus, atau udah bekerja.. intinya semua bisa deh. Yaitu TALENT MAPPING.
Talent Mapping atau dikenal juga dengan Potential Review merupakan salah satu cara yang dapat digunakan untuk mengetahui potensi yang kita miliki, bagaimana cara mengembangkan serta profesi atau pekerjaan apa yang sesuai untuk kita. Talent Maping dilakukan dengan metode psikologi sehingga dapat dipertanggung jawabkan secara keilmuan

Assessment dilaksanakan setiap sabtu antara jam 08.00 sampai 16.00
Kontribusi peserta sebesar Rp 75.000 /orang
Peserta akan mendapatkan hasil potential riview, mocking interview, serta konseling karir.
Informasi dapat menghubungi telepon 08195570029/085290106560
Alamat, Perum Griya Taman Asri Blik D No 231. Pendowoharjo, Sleman, Yogyakarta.

Psikotest

Oleh Tyas Adiningsih S. Psi

Masihberkaitandengan topic tulisansebelumnyamengenai tips menghadapipsikotesnih, ayokitakuliklebihdalamlagitentangapasihpsikotesitu.
SayayakinpastisudahpadagakasingdenganistilahPSIKOTES.Tapiapapada tau gakapaitupsikotes?
KalaumenurutJurnal yang sayabaca, yang ditulisoleh Framingham, J. (2011) Psikotesadalahsuatutes yang dirangkaiolehkombinasidaribeberapateknikuntukmembantumenggambarkanseseorangdanjugaperilaku, kepribadian, jugakemampuan yang dimiliki. Siapasaja yang berhakmelakukanpsikotes?Tentuparapsikolog yang sudahmemilikilisensiresmikeprofesiannya, atau psychology trainee daniniharus di bawahbimbinganpsikologresmi.
Siapa yang sudahpernahmelakukanpsikotespastisadarsaatmelakukantesadamacam-macam model danrangkaiantesnyakan?
Ada beberapakomponendaripsikotes, sayakasihulasansingkat yah:
1.       Norm Referenced Tests
Tesinisudahada standard nyatersendiri.Sudahadasecarapastiaspek-aspekapasaja yang maudilihatdarites yang akandiberikan, biasanyasihaspek yang ingindilihatseputarpengetahuan, skill, dankepribadiannya. Tesinimemangsudahterkonsepkarenahasil yang diperolehnantimudahuntukdikomparasikandenganhasilpesertateslainnya.
Dalamperkembangannyakinitesinisudahmampumengupaslebihbanyakaspeksepertikemampuanaritmatika, berbahasa, kemampuan visual-motor, motoric kasar + motoric halus, dsb.
Jadikalausaatmengerjakantes yang model sepertiinigakperluambilpusingsoalkira-kiraaspekapa yang akandiukur, tapikerjakansajatesnyasemaksimalmungkin.
2.       Interviews
Nah inigakkalahpentingsamatestertulisnyaloh, interview inijugadiperlukanuntuklebihmenggaliinformasi-informasispesifikdariseseorang. Interview bisadilakukansebelumatausetelahtestertulis.Biasanyameliputipertanyaantentangpribadiseeorang, pengalamanmasakecil, aktivitas (bisasaatsekolahataudalampekerjaan), jugabisameliputisejarahdanlatarbelakangkeluarga.
3.       Observations
Observasiinibiasadilakukanuntukmendukunginformasi-informasi yang sudahdidapatdaritesdanjuga interview.Bisamembantupsikologdalammelakukanpenilaiandenganlebihbaik.Idealnyadilakukan di natural setting, kalau di dunia photography ini yang dikenaldengan candid hihihihihi….
4.       Informal Assessments
Tesinirelatifjarangdigunakan, karenabiasanyatesinidilakukanjikaterdapatketerbatasanseseorangdalammengerjakantes formal.Karenasifatnya yang substitute dankomplementerjadipenggunaannyaharuslebihhati-hatikarenabisajadivaliditasnyabelumterujisecarailmiah.

Psikologmengumpulkansemuainformasiberdasarkomponen-komponentersebutlaludirangkaimenjadisuatugambaran yang lengkapdankomprehensifmengenaiseseorang yang telahmelakukanpsikotestersebut.Jadiperludiingatbahwarekomendasi yang dibuatberdasarkanpsikotestidakterfokushanyapadasatutesapalagisatunomortes.Seorangpsikologdalammembuatlaporanhasilpemeriksaanpsikologistidakterpakuhanyapadakelemahanseseorangnamunjugapadakekuatan orang tersebut.
Jadiapamasihmaupercayadengantrik-triktakhayuldalammensiasatialattes? Lebihbaikmempersiapkankesehatanfisikdan mental agar saatmengerjakantesbisamaksimal.Dan liriklagidehpostingansebelumnya.Semogabermanfaat ya.
SEMANGAT!!


Sumber: Framingham, J. (2011). What is Psychological Assessment?.Psych Central. Retrieved on July 16, 2013, from http://psychcentral.com/lib/2011/what-is-psychological-assessment/


Seleksi Karyawan : Validitas

Oleh: Yoga Arya Kuswanto Spsi., M.Psi

Dalam melakukan seleksi yang dilakukan adalah menggunakan berbagai macam tes juga mengharuskan calon karyawan untuk melengkapi syarat-syarat tertulis. Bukan sebuah keanehan dan bukan lagi rahasia hal itu dilakukan untuk bisa mengetahui segala sesuatu dari para calon pekerja harapannya adalah dari semua data dan informasi yang diketahui tersebut maka perusahaan bisa memprediksi bagaimana hasil kerja dari calon karyawan tersebut bila diterima.
Ada berbagai macam cara yang dilakukan untuk memprediksi hal tersebut namun pernahkah muncul bagaimana tingkat keakuratan segala macam tes tersebut untuk dapat memprediksi kemampuan seseorang. Berikut akan saya tampilkan table mengenai tingkat ke valid an ,tingkat keadilan dan seberapa tinggi tingkat penerapannya untuk berbagai macam posisi serta biaya yang digunakan.
Oke sebelum masuk ke macam-macam metode prediksi mari kita samakan pengertian mengenai valid,keadlian,biaya dan penerapan.
1.       Validitas : kemampuan predictor untuk dijadikan penduga yang akurat bagi criteria
2.       Fairness : kemampuan predictor untuk memberikan perkiraan yang bebas bias pada beragam pelamar yang berbeda jenis kelamin,ras , usia dan kondisi lainnya
3.       Dapat diterapkan : yaitu kemampuan predictor untuk dapat digunakan pada berama jenis pekerjaan dan beragam tipe pelamar
4.       Biaya : kemampuan predictor dari segi efisiensi pendanaan
Berikut perbandigan antar metode predictor :

Standar
Metode Seleksi
Validitas
Fairness
Penerapan
Biaya
Tes Intelegensi
Sedang
Sedang
Tinggi
Rendah
Tes Minat & Bakat
Sedang
Tinggi
Sedang
Rendah
Tes Kepribadian & Minat
Sedang
Tinggi
Rendah
Sedang
Interview
Rendah
Sedang
Tinggi
Sedang
Contoh kerja
Tinggi
Tinggi
Rendah
Tinggi
Tugas Situasional
Sedang
Tidak diketahui
Rendah
Sedang
Infromasi Biografis
Tinggi
Sedang
Tinggi
Rendah
Penilaian kelompok
Tinggi
Sedang
Rendah
Rendah
Surat rekomendasi
Rendah
Tidak diketahui
Tinggi
Rendah
 
Setelah anda tahu apa saaja yang dapat digunakan untuk seleksi dan digunakan memprediksi kemampuan calon karyawan ketika nanti bekerja. Membuat anda tidak sembarangan dalam melakukan proses seleksi karena rekrutmen seleksi adalah pintu masuknya karyawan yang saat ini merupakan modal penting bagi kesuksesan perusahaan jadi ketika yang masuk adalah orang yang tepat maka perusahaan akan mendapat hasil yang diharapkan namun ketika yang masuk adalah orang yang salah maka perputaran roda perusahaan akan ikut terganggu.
Dikutip dari Buku :Psikologi Industri dan Organisasi,

 Yuwono,I.,Suhariadi,F.,Handoyo,S.,Fajrianthi.,Muhamad,,B.,Septarini,G,B.2005,Fakultas Psikologi Airlangga : Surabaya

Senin, 01 Juli 2013

Agar sehat saat cuaca tidak bersahabat

Oleh: Tyas Adiningsih S. Psi

Cuaca lagi ajaib yah? hayo ngaku 2 bulan terakhir sudah sakit berapa kali? penyakit rutin pasti deh batuk dan pilek, masih untung kalau gak pake demam. cuaca gini kata SEHAT jadi agak langka, sebenarnya apa sih sehat atau kesehatan itu?
Apa sekedar gak pernah sakit lalu bisa dikatakan sehat? jangan salah, kalau kata penelitian WHO sehat itu bukan sekedar gak sakit, sehat itu adalah suatu keadaan dimana kita merasa lengkap baik secara fisik, mental atau psikis dan juga kesejahteraan.
Nah loo, jadi ternyata tidak sesimple yang dibayangkan ya? karena ada 3 unsur tersebut untuk unsur kesehatan fisik mungkin lebih mudah memantaunya misal hidung meler berarti pilek, uhuk-uhuk berarti batuk, sedangkan 2 unsur lainnya relatif lebih sulit. Bagaimana caranya mendapatkan kehidupan psikis yang sehat dan meraih kesejahteraan? mengapa dikatakan sulit? karena tidak ada ukuran yang pasti untuk 2 kategori ini, karena ukurannya berdasarkan persepsi masing-masing lebih tepatnya bagaimana persepsi terhadap kualitas kehidupan masing-masing.Hal ini tentu sangat dipengaruhi oleh beberapa hal, seperti:
- Budaya
- nilai-nilai yang diyakini
- harapan
- standard nilai pribadi
- tujuan dan kepentingan
lalu bagaimana cara kita meningkatkan kualitas kehidupan ?
1. Menyehatkan FISIK
- memastikan setiap hari yang kita lalui dipenuhi dengan energi yang positif dengan cara rutin olah raga, memiliki pikiran positif, dsb
- mengupayakan untuk selalu memberikan diri kita situasi yang nyaman, bagaimana caranya? tidak emnunda pekerjaan, menjaga kebersihan, dsb
- memastikan tubuh kita mendapatkan tidur dan istirahat yang cukup
2. menyehatkan psikologis
- STOP menjelekkan diri sendiri, akui kekurangan namun lakukan perbaikan bukan meratapi misal 'OKE saya memang berperut BUNCIT, kalau begitu saya harus olahraga 30menit setiap hari selama 3 bulan untuk menghilangkannya'
- menghargai diri sendiri
- memandirikan diri sendiri, lakukan sendiri hal-hal yang masih mampu kamu lakukan sendiri, selain itu akui juga kalau memang kamu harus tergantung dengan sesuatu, misal 'Oke saya asthma, jadi saya harus selalu sedian inhaler untuk berjaga-jaga"
3. Hubungan Sosial
- Berapa teman dekat ku?
- Bagaimana cara menghabiskan waktu libur?
- Bagaimana hubungan dengan pasangan saat ini?
4. Lingkungan
- Keuangan, apa kabar kalau akhir bulan? duh jadi inget sama dompet pribadi nih!
- Keadaan lingkungan: maksudnya nih aman gak lingkungan sekitar, akses kalau butuh ke RS, ke Kantor pos, keadaan sinyal (sekarang kalau gak dapet sinyal bikin stress), ke Kantor polisi, transport, dsb
- fasilitas liburan: kapan terakhir liburan? kemana? hayuk mulai cantumin ini di to do list masing-masing, gak perlu yang mahal kok, yang penting kan kualitasnya
5. AGAMA
penting ini untuk selalu mengingat Tuhan, gak cuma mengingat yah juga dekat dengan Nya
Jadi untuk meningkatkan kesehatan kita sudah dapat jawabannya kan? ayo tingkatkan kualitas kehidupan kita dulu, yakinlah kesehatan akan mengikuti, asal semua dilakukan tidak dengan berlebihan, sesuai dengan proporsi atau berimbang. sehatkan diri lalu sehatkan bangsa. DEMI KEHIDUPAN YANG LEBIH BAIK!

- Semoga Bermanfaat -

Minggu, 23 Juni 2013

Outbound

Program outbound untuk sekolah, perusahaan,
instansi, keluarga dan sebagainya

Harga
Mulai dari Rp 50.000/orang
Fasilitas
Makan, snack, fun games, dan fasilitator

DISC Training. 21 Januari 2012

Foto bersama peserta dan trainer

Praktek mengerjakan soal dan analisis DISC

Galau – siapa takut !

Oleh: Kiki Kurniawan S. Psi

Temen-temen pernah ngga sih galau? Bo’ong banget kalo ngga pernah galau. Hehehe. minimal, galau karena hubungan asmara. Iya kan. Sebenernya temen-temen tau ngga galau itu apa. Nah, saya pernah buka kamus bahasa Indonesia, dan menemukan kata galau itu. Galau memiliki arti sibuk beramai-ramai; sangat ramai; berkacau (tidak keruan). Nah, kalo dikaitkan dengan konsep galau masa kini sih arti yang pas adalah “kacau” atau “tidak karuan”. Lantas hal apa yang kacau tidak karuan tersebut? Yang jelas kacau keadaan suasana hati dan fikiran.
Semua orang sah-sah aja merasa galau dan merasa galau bukanlah aib. Hehe. Bahkan galau adalah tren bagi sebagian remaja. Bener kan. Kalo ngga galau, gimana gitu rasanya hehehe. Dahulu, masa remaja juga disebut sebagai masa yang paling indah. Sepertinya sekarang lebih tepatnya adalah masa remaja, masa yang paling galau. Hahaha
Setidaknya ada 3 aspek perkembangan remaja yang dapat membuat galau, pertama aspek psikologis, aspek seksualitas, dan aspek sosial-ekonomi. Yah, ketiga aspek tersbut dapat bernilai positif atau negatif? Lho kok gitu? Iya. Galau itu tidak selamanya negatif kok. Nanti saya tunjukkan buktinya. Penjelasannya begini, yang namanya-manusia itu sebenarnya punya daya pegas? Ya, seperti pegas ketika di tekan (mendapatkan stres) malah akan memberikan daya pantul, yang membuat kita semakin melesat. Ngerti kan. Namun daya pegas bagi masing-masing orang itu berbeda-beda. Tergantung karakteristik masing-masing. Nah, yang bahaya adalah ketika daya pegas itu ngga ada atau sudah rusak yang malah menyebabkan perilaku menyimpang. Eitss.. banyak lho kejadian. Dari mulai bunuh diri, seks bebas, narkoba, kabur dari rumah, membunuh teman dan sebagainya. Semua bermula dari galau. Ngeri kan.
Data yang mencengangkan datang dari kota kita tercintah, Ponorogo Ternyata 80% remajanya pernah melakukan seks bebas. Huuuu. Saya harap kalian kaget, hahahaha. Karena kalo tidak kaget berarti informasi ini biasa saja. Ngeriii. Tentu ini bukan prestasi yang baik kan. Kalo Ponorogo dikatakan sebagai kota santri, itu baru namanya prestasi. Masih dari kota kita tercinta, cerita dari dalam kamar seoarang teman kita, yang ditemukan tak sadar diri karena menenggak racun serangga akibat berselisih pendapat dengan orang tuanya, mengenai pilihan sekolah lanjutan tingkat atas. Lalu ada lagi kawan kita yang menjual narkoba di seputaran bundaran Sukowati lalu ketangkep polisi dan mendekam di penjara. Nah lho, lantaran apa sih banyak temen-temen kita yang melakukan aktivitas tidak bermanfaat itu? Jawabannya adalah GALAU hahahaha. Ya, memang bukan galau-galauan biasa seperti status facebook, Lebih tepatnya GALAU AKUT atau GALAU PARAH. Hahaha. Namun dari galau biasa yang tidak dapat diatasi itulah bisa menjadi cikal bakal galau PARAH.
Sudahlah kawan. Apalagi sih yang mau diharapkan dengan melakukan kegiatan itu semua? Yang ada, ganjaran hukuman yang kita dapatkan. Bisa hukuman sosial, dikucilkan dari pergaulan, hukuman penjara, hukuman agama, masuk neraka, dan sama sekali tidak keren. Ya, mana ada urusan jual beli dan memakai narkoba itu sama dengan keren. Mana ada punya cerita berhubungan seks itu gaul. SALAH KAPRAH. Bener kan.
Menjadi remaja memang susah-susah-gampang. Susah karena kita remaja harus menghadapi perubahan fisik, psikologis, tuntutan sosial dan harapan masyarakat terhadap remaja yang begitu besar. Sedangkan kita belum sepenuhnya dapat menghadapi berbagai perubahan tersebut. Dan menjadi gampang karena kita masih memiliki banyak pilihan dan kesempatan untuk maju, asalkan mau. Masa depan masih panjang, persiapkanlah dengan matang.
Menjadi galau tidak berarti dapat dijadikan alasan tidak dapat melejitkan potensi dan prestasi kita. Bahkan apabila kita dapat mengelola energi-energi perubahan tersebut, tidak mustahil kita dapat menghasilkan karya-karya yang cemerlang sesuai dengan bakat dan minat kita masing masing.
Ngomong-ngomong tentang galau, sebenarnya galau bukanlah penyakit keturunan dan bukan penyakit menular. Hehehe. kita bisa kok mendeteksi apakah kita sedang galau atau tidak. Misalnya dengan melihat status di facebook atau twitter hehehe. Beneran lho. Selain itu berikut ini tanda-tanda kita atau temen kita kalau sedang galau atau, katakanlah ciri seseorang yang sedang menghadapi masalah. Pertama, Coba deh ngaca dan lihat ekspresi wajah kamu. Kalo wajah kamu menunjukkan ekspresi sedih (bibir melengkung kebawah), pucat, mata sembab/merah, enggan menatap orang lain (menghindar), dan mudah menangis. Kedua, mengenai gaya berbicara. Kamu sering budeg secara mendadak, bicara ngga nyambung atau bahkan sering membicarakan topik pembicaan yang sama secara berulang atau nada suara kamu seperti tertekan, atau suaranya terputus-putus atau bicara dengan gemetaran. Ketiga, perhatikan penampilan kamu. Mungkin biasanya kamu cukup memperhatikan penampilan, misalnya gaya rambut, gaya berpakaian yang matching dan sebagainya. Ketika galau maka penampilannya biasanya akan tampak kusut dan tidak rapi. Biasanya kalo kita lagi galau kita berusaha tampil seolah-olah semuanya baik-baik saja, dan berusaha menutupi sesuatu yang salah, dan itu palsu semata. Terakhir, perhatikan cara kamu bertindak. Kamu biasanya ceria, lucu, penuh kasih, dan energik tiba-tiba menjadi pendiam, menyendiri dan tidak komunikatif. Kamu yang sebelumnya kooperatif (dapat diajak bekerja sama) kini menjadi angkuh dan egois. Kamu yang biasanya ramah kini menarik diri dari pergaulan dan asik dengan diri sendiri, tidak berbicara dengan orang lain, dan diam seribu bahasa. Kamu mulai menjaga jarak atau bahkan memusuhi teman-teman tanpa sebab yang jelas.
Lantas bagaimana sebaiknya kita menghadapi hati dan pikiran yang sedang galau?. Pertama kamu bisa melakukan relaksasi. Caranya gampang kok. pertama kamu ambil sikap atau posisi santai, atur dan nikmati nafasmu keluar-masuk. Lalu lakukan gerakan atau olah raga kecil, misalnya meregangkan daerah seputar leher, tangan, dan kaki. Selain itu, makan juga dapat dijadikan cara untuk mengatasi galau. Makanlah makanan yang bikin adem misalnya es krim atau sebatang coklat. Coklat terbukti dapat menghilangkan stress lho. Kemudian, lakukanlah olah raga. Dengan berolah raga maka tubuhmu akan fresh dan terhidar dari berbagai macam penyalit. Olah raga juga dapat melepaskan energy-energi negative. Kemudian, kamu dapat menyibukkan diri dengan mengikuti kegiatan ekstrakurikuler. Dengan mengikuti kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler maka kamu akan berinteraksi dengan banyak sahabat. Ketahuilah bahwa sahabat bisa berperan sebagai orang yang memberikan dukungan secara emosional ketika kamu sedang menghadapi kegalauan. Kemudian, tersenyum dan tertawalah, life must go on. Segalau apapun perasaan dan pikiranmu, yajinlah, dunia belum berakhir. Hari esok masih ada, dan gapailah mimpimu. Jangan korbankan dirimu untuk kenikmatan sesaat, namun berakibat penyesalah sepanjang hayat. Kamu masih muda kawan, songsonglah masa depan.
So, semua tergantung pada diri kita masing-masing. Tunggu apalagi, lakukan aksi jangan Cuma ngangguk-ngangguk atau iya-iya doang. Kalau kamu udah bisa mengatasi kegalauan yang kamu rasakan, jangan lupa ajak teman-teman kamu yang masih galau untuk sadar. Hehehe. dan bagi temen-temen yang mungkin pernah terjerumus ke dalam galau parah, jangan malu dan jangan bimbang, masih ada kesempatan untuk berubah, serius, percayalah.